“Jadi karena dia rajin ke luar negeri, dia nemu jurus baru. Jadi CABG dipasang, dia langsung sehari cabut ventilator, rumah sakit lain enggak ngerti jurus kayak begitu. Nah, riset-riset itu bisa digunakan sehingga kita bisa meningkatkan derajat layanan kesehatan kita dengan mencari best practices dari prosedur-prosedur yang terekam di rekam medis elektronik ini,” beber Budi.
Dengan berbagai manfaat dan dampak positif di atas, ia menilai bahwa RME bisa membuat pelayanan kesehatan di Indonesia semakin optimal dan meningkat terutama bagi masyarakat.
“Sehingga dengan demikian seluruh layanan kesehatan kita secara nasional bisa kita upgrade bersama-sama. Dengan adanya data yang banyak ini, keempat hal itu bisa terjadi,” papar dia.
Bahkan, ia juga mengungkapkan adanya kemungkinan bahwa RME yang terintegrasi dalam aplikasi Satu Sehat ini nantinya bisa dipadukan dengan teknologi AI yang bisa memberikan rekomendasi kepada pasien terkait fasilitas kesehatan apa yang harus ia kunjungi sesuai dengan penyakit yang diderita.
“Jadi tujuan utama dari sistem Satu Sehat ini adalah supaya si pasien tahu kondisi kesehatan dia apa. Syukur-syukur nanti ini disambung sama AI, bisa kasih rekomendasi. Kalau gini ketemu dokter paru, kalau gini cek ke Puskesmas saja, kalau gini ya beli obat batuk. Siapa tahu nanti kedepannya bisa sampai ke sana. Tapi tujuan utamanya seperti itu,” jelasnya.
(Nadya Kurnia)