Dia pun berharap Masjid Negara IKN bisa menjadi ruang bersama yang inklusif dan terbuka, sekaligus pusat pengembangan layanan keagamaan Islam yang adaptif terhadap dinamika masyarakat modern dan kebutuhan umat di kawasan IKN.
Kasubdit Kemasjidan Kemenag Nurul Badruttamam menambahkan, pihaknya juga melakukan pengecekan detail terhadap kesiapan sarana prasarana masjid. Hal ini mencakup area wudu, toilet, sirkulasi jamaah, hingga aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Nurul menjelaskan, Kemenag tengah merancang konsep perpustakaan masjid yang ideal, aman, nyaman, dan ramah lingkungan sebagai bagian dari penguatan fungsi edukatif Masjid Negara IKN. Perpustakaan ini diharapkan menjadi pusat literasi keislaman yang terbuka dan representatif.
Selain itu, kata dia, seluruh persiapan tersebut dilakukan agar Masjid Negara IKN dapat segera dioperasikan secara bertahap, khususnya untuk menyambut Ramadan 2026. “Masjid ini disiapkan tidak hanya siap digunakan, tetapi juga siap memberi manfaat luas bagi umat dan bangsa,” katanya.
(Dhera Arizona)