“Progres di Aceh, masalah utamanya sebenarnya lumpur dan hari ini pun masih hujan. Dengan kondisi seperti ini, pekerjaan harus dipercepat,” ujar Menteri Dody.
Sebagai langkah antisipasi bencana lanjutan, Kementerian PU mulai mempercepat pekerjaan pengendalian sedimen, termasuk pembangunan sabo dam untuk menahan material kayu dan sedimen dari wilayah hulu.
“Saya lihat di jalan nasional ke arah Gayo Luwes masih banyak kayu. Saya takut ini akan turun lagi ke Tamiang. Jadi Kementerian PU mulai mengerjakan pekerjaan sabo dam-nya walaupun belum seharusnya dimulai,” kata Menteri Dody.
Selain itu, Kementerian PU juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan BMKG dalam pelaksanaan modifikasi cuaca, serta mempercepat pembersihan kawasan permukiman melalui program padat karya, khususnya di wilayah terdampak seperti Pidie Jaya dan Aceh Tamiang.
Di sektor layanan dasar, pemulihan juga menunjukkan progres signifikan. Dari 176 sistem penyediaan air minum (SPAM) terdampak, sebanyak 165 unit (94 persen) telah kembali fungsional.