sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Motif Pelaku Riset Palsu di Forum Internasional Terungkap, Diduga Ingin Manfaatkan Travel Grant

News editor Felldy Utama
02/06/2026 19:29 WIB
Motif diketahui setelah Universitas Negeri Yogyakarta berkoordinasi dengan Kemendiktisaintek setelah mengundang keempat terduga pelaku untuk diwawancarai.
Motif Pelaku Riset Palsu di Forum Internasional Terungkap, Diduga Ingin Manfaatkan Travel Grant . (Foto: MNC Media)
Motif Pelaku Riset Palsu di Forum Internasional Terungkap, Diduga Ingin Manfaatkan Travel Grant . (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkap motif yang digunakan para terduga pelaku dalam kasus dugaan riset palsu dalam forum ilmiah internasional.

Brian menyampaikan bahwa motif ini diketahui setelah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berkoordinasi dengan Kemendiktisaintek setelah mengundang keempat terduga pelaku untuk diwawancarai.

"Jadi, memang cukup kuat saat ini dugaan bahwa mereka ingin memanfaatkan travel grant ke luar negeri," kata Brian usai rapat kerja bersama Komisi X DPR, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Sebagai tambahan informasi, travel grant merupakan bantuan dana yang diberikan oleh penyelenggara konferensi, institusi pendidikan, yayasan atau organisasi untuk menutupi biaya perjalanan dan akomodasi seseorang.

Sayangnya, kata dia, langkah yang ditempuh para pelaku ini sangat bermasalah dari sisi etik dan integritas lantaran menggunakan riset palsu demi bisa pergi ke luar negeri.

"Sangat disayangkan juga bahwa dengan kasus ini, kredibilitas penelitian di Indonesia juga kemudian akan disangsikan," ujarnya.

Kementerian juga akan segera melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum menyusul kasus dugaan riset palsu yang dilakukan sejumlah peneliti Indonesia dalam forum ilmiah dunia.

Brian menyampaikan bahwa meskipun pihaknya tidak bisa melanjutkan proses para pelaku lantaran tidak memiliki afiliasi (bukan dosen perguruan tinggi), Kemendiktisaintek akan tetap menindaklanjuti ke jalur hukum.

"Tentu kita ingin memberikan efek jera. Karena ini, kita tidak ingin tindakan ini juga dianggap tidak ada punishment, gitu ya," kata Brian.

Apalagi, tindakan para pelaku ini dinilai telah merugikan kredibilitas bangsa, khususnya peneliti-peneliti yang sudah melakukan penelitian dengan baik-baik dan benar.

"Nah, kita akan mencari delik yang nanti sesuai. Kita tentu akan berkoordinasi, barangkali juga kita mengundang aparat hukum, begitu ya, penegak hukum, untuk kemudian kita lihat mana hal-hal yang bisa ditindaklanjuti untuk ditegakkan secara hukum. Jadi seperti itu," ujarnya.

Dari hasil investigasi awal, kata dia, pelaku yang menggunakan riset palsu ini berjumlah empat orang. Hal ini menjawab kemungkinan adanya terduga lain yang belum terungkap.

"Kita juga minta tim segera bekerja dengan cepat, karena perhatian publik kan sudah sangat besar dan ini juga mencoreng nama bangsa kita di luar negeri," pungkasnya.


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement