Untuk 18 Maret 2026, pergerakan pelanggan diperkirakan tetap tinggi. Hingga pagi hari, terdapat sekitar 188.678 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh yang dijadwalkan bepergian, dengan tingkat okupansi sementara mencapai 115,4 persen. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring penjualan tiket yang masih berlangsung.
“Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda. Skema ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia dalam satu lintas perjalanan,” katanya.
Sejumlah kereta api dengan permintaan tinggi selama periode Angkutan Lebaran 2026 antara lain KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Kahuripan, dan KA Rajabasa.
Volume pelanggan dan okupansi harian Kereta Api Jarak Jauh pada 11-17 Maret 2026 adalah sebagai berikut:
• 11 Maret: 101.617 pelanggan dari 159.404 kapasitas tempat duduk (63,7 persen)
• 12 Maret: 126.208 pelanggan dari 159.404 kapasitas tempat duduk (79,2 persen)
• 13 Maret: 165.675 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (101,4 persen)
• 14 Maret: 185.873 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (113,7 persen)
• 15 Maret: 180.836 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (110,6 persen)
• 16 Maret: 173.753 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (106,3 persen)
• 17 Maret: 191.398 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (117,1 persen).
(Dhera Arizona)