"Sekarang progresnya sudah mencapai 55,2 persen dengan anggaran pembangunan Rp259 miliar. Saya berharap proyek ini selesai tepat waktu, yakni pada 15 Desember 2026, sehingga lalu lintas di salah satu kawasan yang selama ini paling banyak dikeluhkan bisa menjadi lebih lancar," tambahnya.
Flyover Latumenten dibangun untuk memisahkan arus kendaraan dengan perlintasan kereta api yang selama ini menjadi salah satu titik penyebab kemacetan di kawasan Grogol dan sekitarnya. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga yang melintas dari maupun menuju kawasan Jakarta Barat.
Flyover yang mengarah ke Slipi memiliki panjang 435 meter dan lebar 11 meter dengan kapasitas dua lajur kendaraan umum serta satu lajur busway.
Sementara flyover yang mengarah ke Grogol memiliki panjang 420 meter dan lebar 11 meter dengan kapasitas dua lajur kendaraan umum serta satu lajur busway.
Selain flyover, Pemprov DKI Jakarta juga membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang dirancang dengan prinsip aksesibilitas dan inklusivitas sehingga dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, dan anak-anak.