Dia menjelaskan terdapat perbedaan antara daerah asal mahasiswa dan lokasi perguruan tinggi tempat mereka menempuh pendidikan. Dari total 85.390 mahasiswa penerima yang berasal dari kabupaten/kota 3T, hanya 45.348 mahasiswa atau 5,4 persen yang kuliah di perguruan tinggi yang berlokasi di wilayah 3T.
Dia mengatakan KIP Kuliah semakin menjangkau kelompok yang benar-benar menjadi prioritas program. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membandingkan kuota penerima dengan dua basis data.
Basis data pertama yakni, jumlah penerima Program Indonesia Pintar (PIP) Pendidikan Menengah pada 2026 (per pembaruan 20 Februari 2026) tercatat 1.974.451 siswa. Sebanyak 524.047 siswa di antaranya berada pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 hingga 4 menjadi kelompok yang menjadi prioritas sasaran KIP Kuliah.
Basis data kedua adalah jumlah mahasiswa baru jenjang sarjana dan diploma pada 2025 mencapai 1.835.693 mahasiswa. Terdiri atas 851.983 mahasiswa di PTN dan 983.710 mahasiswa di PTS.
Dari perbandingan tersebut, kuota 200.000 penerima baru KIP Kuliah setiap tahun setara dengan 10,9 persen dari total mahasiswa baru nasional. Namun, jika dibandingkan khusus dengan populasi prioritas atau yang berhak (eligible), yakni 524.047 siswa pada DTSEN desil 1 hingga desil 4, kuota 200.000 penerima baru tersebut setara dengan 38,2 persen.