“Ini menunjukkan jangkauan yang jauh lebih signifikan terhadap kelompok yang benar-benar menjadi prioritas program,” kata Qodari.
Qodari mengatakan Program KIP Kuliah juga terbukti meningkatkan akses ke pendidikan tinggi bagi kelompok ekonomi rentan. Dari total penerima on going tahun 2026 tercatat 840.792 mahasiswa, dengan rincian 380.741 mahasiswa di 124 PTN dan 460.051 mahasiswa di 2.204 PTS. Khusus penerima baru tahun 2025, tercatat 233.233 mahasiswa yang tersebar di 124 PTN dan 2.089 PTS.
Dari sisi latar belakang ekonomi, rata-rata pendapatan kotor gabungan orang tua penerima baru 2025 hanya sekitar Rp1,274 juta per bulan untuk penerima di PTN dan Rp1,181 juta per bulan untuk penerima di PTS.
“Ini menunjukkan bahwa program ini menjangkau kelompok dengan kemampuan ekonomi yang benar-benar terbatas,” kata Qodari.
Dari sisi jenjang dan bidang studi, sebanyak 90 persen penerima menempuh program sarjana atau sarjana terapan. Sementara jika dilihat dari distribusi rumpun ilmu, penerima paling banyak berasal dari rumpun ilmu sosial dan humaniora (Soshum) sebesar 59 persen, disusul sains dan teknologi (Saintek) 32 persen, kesehatan 9 persen, dan kedokteran 0,1 persen.
(NIA DEVIYANA)