sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pemprov DKI Jakarta Teken Nota Kesepahaman dengan BGN, Ini Isinya

News editor Danandaya Arya Putra
09/02/2026 18:16 WIB
Menurut Pramono MBG memiliki dampak positif, khusus untuk pelajar di Jakarta.
Pemprov DKI Jakarta Teken Nota Kesepahaman dengan BGN, Ini Isinya. (Foto: MNC Media)
Pemprov DKI Jakarta Teken Nota Kesepahaman dengan BGN, Ini Isinya. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama denga Badan Gizi Nasional (BGN) untuk sinergi penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nota kesepakatan ditandatangani oleh Gubernur Pramono Anung dan Kepala BGN Dadan Hindayana.

Dalam sambutannya Pramono mengaku gembira ketika beberapa minggu, Dadan menyampaikan padanya bahwa pelaksanaan MBG di Jakarta sudah cukup baik. Menurutnya, MBG memiliki dampak positif, khusus untuk pelajar di Jakarta.

“Seminggu lalu bertemu dengan Prof Dadan, beliau menyampaikan Jakarta sekarang sudah menjadi baik. Wah, di situ saya langsung plong, karena bagaimanapun bagi Jakarta, apa yang dilakukan dengan Makan Bergizi Gratis ini dampaknya itu paling luar biasa dan signifikan,” ucap Pramono, Senin (9/2/2026).

Pramono mengatakan ekonomi Jakarta secara year to year tumbuh 5,21 persen, di atas pertumbuhan nasional 5,11 persen. Namun hal yang paling membuatnya senang adalah indikator gizi terus menunjukkan pada sisi kebaikan.

“Pertama, stunting turun. Kedua, kemiskinan turun. Ketiga, lapangan pekerjaan naik. Paling utama adalah hal yang berkaitan dengan pendidikan anak-anak sekolah di Jakarta relatif sekarang ini sebenarnya problemnya kecil banget,” katanya.

Karena biaya sekolah ditanggung oleh pemprov, di samping itu banyak terdapat insentif lainnya. Sedangkan soal gizi, dipenuhi oleh BGN. 

Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menyinggung kerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah untuk menjaga rantai pasok pangan. Dia menegaskan, pengelolaan rantai pasok yang baik menjadi kunci dalam menjaga stabilitas inflasi Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta akan melibatkan BUMD sektor pangan dan sektor keuangan untuk mendukung keberlanjutan program. Pemprov juga membuka ruang pembiayaan secara profesional melalui Bank Jakarta bagi pihak-pihak yang membutuhkan.

“Kami membuka ruang kerja sama seluas-luasnya agar rantai pasok pangan dapat dikelola secara optimal. Dengan berbagai kemudahan tersebut, kami berharap kerja sama antara BGN dan pemprov semakin kuat serta memberikan manfaat yang lebih besar,” pungkasnya.


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement