“Pengembangan EWS ini juga didukung oleh Breathe Cities, sebuah inisiatif global yang dijalankan oleh Bloomberg Philanthropies, Clean Air Fund, dan C40 Cities, serta diimplementasikan bersama Vital Strategies di Jakarta untuk mendukung kota-kota dalam mewujudkan udara yang lebih bersih dan meningkatkan kesehatan masyarakat,” kata Dudi.
Dia melanjutkan, website udara Jakarta memiliki empat keunggulan utama agar memudahkan masyarakat dalam merespons kondisi kualitas udara. Pertama, sistem ini menggabungkan data kualitas udara, prakiraan kondisi udara, serta informasi kesehatan dalam satu platform.
Kedua, sistem ini menyediakan prakiraan kualitas udara hingga tiga hari ke depan pada tingkat kecamatan. Sehingga warga dapat merencanakan aktivitas dengan lebih aman.
Ketiga, fitur ini memberikan rekomendasi aktivitas sesuai kondisi masyarakat termasuk bagi kelompok rentan. Rekomendasi tersebut mencakup aktivitas di dalam maupun di luar ruangan, serta dilengkapi informasi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Terakhir, terdapat fitur self-assessment atau penilaian mandiri. Melalui fitur ini, masyarakat dapat mengisi survei terkait gejala kesehatan akibat paparan pencemaran udara untuk mengetahui tingkat risiko kesehatan masing-masing.
“Dengan fitur self-assessment ini, masyarakat dapat mengenali kondisi kesehatannya lebih awal dan mengambil langkah penanganan yang sesuai,” kata Dudi.
(Nur Ichsan Yuniarto)