Menurut Hilmar, pertanyaan tersebut semakin relevan karena dunia saat ini justru sedang mempertanyakan kembali berbagai model pembangunan yang selama ini dianggap mapan.
“Dia melihat bahwa di dunia sekarang ini, orang justru sedang mencari kembali pemikiran, rumusan, dan landasan, baik di bidang ekonomi maupun politik. Banyak sistem yang selama ini dianggap mapan sedang menghadapi persoalan yang serius,” katanya.
Hilmar menjelaskan, salah satu pelajaran penting dari pemikiran Robinson adalah tidak adanya satu model pembangunan yang dapat begitu saja diterapkan kepada semua negara.
China, Korea Selatan, Jerman, Swedia hingga Amerika Serikat berkembang dengan pengalaman sejarah, institusi, dan karakter masyarakat yang berbeda-beda.
“Karena itu, menurut saya, pertanyaan yang penting bukan negara mana yang harus kita tiru. Justru kita perlu kembali melihat apa yang kita punya, bagaimana sejarah kita, kebudayaan kita, dan institusi seperti apa yang paling sesuai dengan masyarakat Indonesia,” kata dia.