Sebagai tambahan informasi, Sri Lanka membentuk PDMO tahun ini dengan dana talangan dari International Monetary Fund (IMF) sebesar USD2,9 miliar yang diperoleh pada 2023, menyusul krisis ekonomi yang melanda negara tersebut.
Sementara itu, perwakilan Australia di Sri Lanka mengatakan pemerintah Australia telah menyadari pembayaran utang yang tidak teratur dari Sri Lanka.
“Aparat Sri Lanka tengah menginvestigasi masalah ini, berkoordinasi dengan Australia yang turut mengasistensi investigasinya,” tulis Australia High Commisioner di Sri Lanka Matther Duckworth melalui akun resmi Twitter-nya (X).
(Nadya Kurnia)