Menurutnya skema low cost menciptakan sistem perekrutan lebih adil. Program ini juga memperkuat hubungan profesional antara Indonesia dan Jepang.
Chairman IDN-United Edward Wanandi menegaskan, komunitas diaspora dapat membuka akses pasar kerja global bagi talenta Indonesia. Mereka juga membangun kepercayaan dengan mitra di negara tujuan. “Biaya migrasi ditekan agar partisipasi pekerja meningkat,” kata Edward.
Ketua Yayasan Usaha Bakti Diaspora Fify Manan, mengungkapkan, pihaknya memfasilitasi pelatihan serta komunikasi dengan institusi pendidikan kesehatan. Tahap percontohan dimulai sejak Desember 2025 dengan tiga puluh peserta. Implementasi awal direncanakan mulai Juni 2026 di tujuh institusi pendidikan.
Ke depan program ditargetkan melibatkan jaringan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan. Selain Jepang, perluasan juga direncanakan ke Jerman, Australia, dan Inggris.
(Dhera Arizona)