“Misi kemanusiaan kita menolong saudara-saudara kita,” kata Tito di hadapan para taruna.
Saat tiba di Aceh Tamiang, Bima memberikan pengarahan kepada praja yang bertugas dan mengingatkan bahwa mereka berada di medan perjuangan.
“Adik-adik praja, ini adalah medan perjuangan selama paling tidak satu bulan. Tugas kita di sini adalah membersihkan kantor-kantor dinas,” kata dia.
Di lokasi, warga setempat pun menyambut kedatangan para praja IPDN dengan hangat. Mereka berharap kedatangan praja membantu pemulihan Aceh Tamiang.
“Bantulah kami, Aceh Tamiang masih di mana-mana lumpur. Bantulah kami,” kata warga.
Sebanyak 413 praja yang tiba lebih dulu kemudian diarahkan ke bangunan besar semi-terbuka, di dalamnya terdapat tandu-tandu lipat sebagai tempat tidur mereka.
Para praja berjalan di atas lumpur, di antaranya ada yang membawa bendera merah putih dan menancapkannya di lokasi sekitar bangunan.
“Arahan Mendagri Tito, praja akan bantu proses percepatan aktivivasi pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana,” kata Bima.
(Nur Ichsan Yuniarto)