IDXChannel—Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dit Tipidter) Bareskrim Polri mulai mengusut pembalakan liar yang diduga menjadi penyebab banjir bandang di Aceh Tamiang. Penyelidikan dimulai dengan mengecek langsung aliran sungai yang dipenuhi potongan kayu.
Dir Tipidter Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni mengungkapkan investigasi bencana di Kabupaten Aceh Tamiang dilakukan dengan mencocokkan atau mengidentifikasi kayu-kayu gelondongan yang ada di Pesantren Darul Mukhlisin.
“Kemudian yang kedua, adanya sedimentasi yang sangat luar biasa di daerah ataupun di TKP Darul Mukhlisin dan sekitarnya. Itu yang mengakibatkan perusakan rumah ataupun fasilitas umum lainnya di daerah Tamiang,” kata Irhamni kepada awak media, Selasa (6/1/2026).
Polisi menelusuri Desa Pante Kera, Aceh Timur, dan Kecamatan Simpang Jernih. Dari penelusuran itu ditemukan beberapa fakta, seperti debit air tinggi tetap, hujan lebat bisa menimbulkan banjir, hingga kayu berserakan di sekitar sungai dan jalan-jalan Simpang Jernih.
Irhamni menyebut fakta itu memperlihatkan bahwa Simpang Jernih juga bagian dari korban bencana alam. Diduga hulunya berasal dari Kampung Lesten, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues dan Desa Lokop, Kabupaten Aceh Timur.