Perbedaan ini terlihat di Korea Selatan, China, Jepang, Vietnam, India, Malaysia, dan sejumlah negara Eropa jika dibandingkan dengan Indonesia yang didominasi layanan ojek motor dan mobil berbasis aplikasi.
Di Korea Selatan, Kakao T menjadi salah satu platform mobilitas utama yang mengintegrasikan layanan taksi. Sementara itu, China mengandalkan DiDi Chuxing sebagai salah satu pemain terbesar, dengan layanan pemesanan mobil dan taksi yang terintegrasi dengan ekosistem digital seperti WeChat dan Alipay.
Berbeda dengan Indonesia yang identik dengan ojek motor melalui Gojek dan Grab, layanan transportasi online di Jepang lebih banyak terhubung dengan armada taksi konvensional. Aplikasi GO menjadi salah satu pemain utama dengan jaringan perusahaan taksi berlisensi yang tersebar di berbagai wilayah.
Di Vietnam, aplikasi lokal Be bersaing dengan Grab melalui layanan transportasi mobil, motor, dan pengiriman. Ada pula Xanh SM yang mengembangkan layanan transportasi menggunakan kendaraan listrik. Persaingan di negara tersebut memperlihatkan peran perusahaan lokal di tengah kuatnya platform regional.