IDXChannel - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat mengusulkan agar pemerintah mengatur jumlah pengemudi ojek online (ojol) berdasarkan kebutuhan pasar.
Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah MTI Pusat Djoko Setijowarno menyampaikan, langkah ini penting untuk menjaga keseimbangan antara jumlah pengemudi dan permintaan layanan transportasi online, sehingga peluang mendapatkan penghasilan lebih memadai.
"Berbeda dengan kondisi saat ini, pengemudi mudah diterima namun sulit mendapatkan penghasilan, pemerintah dapat memastikan bahwa jumlah pengemudi sesuai dengan permintaan pasar," kata Djoko dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/10/2026).
Menurut dia, selama ini masyarakat relatif mudah masuk menjadi pengemudi ojol. Namun, tidak ada jaminan bahwa jumlah perjalanan yang tersedia cukup untuk menghasilkan pendapatan yang layak.