IDXChannel - Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat (AS) kemungkinan akan kembali menyerang Iran.
Dilansir dari laman Reuters Rabu (20/5/2026), Trump menyampaikan komentar tersebut sehari setelah dirinya menunda permusuhan dengan Iran menyusul proposal baru dari Teheran untuk mengakhiri perang AS-Israel.
"Saya hampir mengambil keputusan untuk pergi hari ini," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada hari Selasa.
Trump menyebut, para pemimpin Iran pun telah memohon kesepakatan. Dia juga menyebut bahwa serangan AS baru akan terjadi dalam beberapa hari mendatang jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.
Menurut Trump, Amerika Serikat telah berjuang untuk mengakhiri perang yang dimulainya hampir tiga bulan lalu. Bahkan, dia mengklaim kesepakatan dengan Teheran sudah dekat akan tetapi, Trump mengancam akan melakukan serangan besar-besaran terhadap Iran jika tidak mencapai kesepakatan.
"Presiden AS berada di bawah tekanan politik yang kuat di dalam negeri untuk mencapai kesepakatan yang akan membuka kembali Selat Hormuz. Harga gas tetap tinggi dan peringkat persetujuan Trump telah anjlok menjelang pemilihan kongres pada bulan November," tulis Reuters.
Harga minyak turun pada hari Selasa setelah Wakil Presiden JD Vance mengatakan Washington dan Teheran telah membuat banyak kemajuan dalam pembicaraan. Bahkan kedua pihak tidak ingin melihat dimulainya kembali kampanye militer. "Kita berada di posisi yang cukup baik di sini," katanya.
Berbicara kepada wartawan dalam sebuah pengarahan di Gedung Putih, Vance mengakui kesulitan dalam bernegosiasi dengan kepemimpinan Iran yang terpecah belah. "Kadang-kadang tidak sepenuhnya jelas apa posisi negosiasi tim tersebut," katanya, sehingga AS mencoba untuk memperjelas garis merahnya sendiri.
Ia juga mengatakan bahwa salah satu tujuan kebijakan Trump adalah untuk mencegah perlombaan senjata nuklir menyebar di kawasan tersebut.
Iran Janjikan Tanggapan pada Setiap Serangan Baru
Di Teheran, Ebrahim Azizi, Kepala Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran mengatakan pada X bahwa penangguhan serangan disebabkan oleh kesadaran Trump. Media pemerintah Iran mengatakan bahwa proposal perdamaian terbaru Teheran mencakup pengakhiran permusuhan di semua lini termasuk Lebanon, penarikan pasukan AS dari daerah-daerah yang dekat dengan Iran, dan ganti rugi atas kerusakan yang disebabkan oleh serangan AS-Israel.
(kunthi fahmar sandy)