Penjualan tersebut dimaksudkan untuk membantu mengurangi akumulasi minyak mentah yang terus meningkat di gudang penyimpanan dan menjaga aliran pendapatan setelah penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro.
Lebih lanjut, Gedung Putih mengklaim negara lain atau kreditor atas dana tersebut akan membahayakan tujuan AS, terutama terhadap Iran dan Hizbullah.
(Febrina Ratna Iskana)