sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ungkap Jam-Jam Rawan Kecelakaan Lalu Lintas, Polri Imbau Kewasapaan Pengemudi

News editor Puteranegara
02/03/2026 17:14 WIB
Polri mencatat ada penurunan jumlah kecelakaan dan korban jiwa, tetapi jam-jam rawan kecelakaan masih patut diwaspadai.
Ungkap Jam-Jam Rawan Kecelakaan Lalu Lintas, Polri Imbau Kewasapaan Pengemudi. (Foto: JSMR)
Ungkap Jam-Jam Rawan Kecelakaan Lalu Lintas, Polri Imbau Kewasapaan Pengemudi. (Foto: JSMR)

IDXChannel—Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membagikan hasil Analisis dan Evaluasi Kecelakaan (Anev Laka) yang menunjukkan angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan. 

Namun, masih ada jam rawan yang perlu diwaspadai ketika berlangsungnya arus mudik Lebaran. Data tersebut menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan keselamatan berkendara pada mudik Lebaran 2026. 

Berdasarkan hasil evaluasi, jumlah kecelakaan memang tercatat turun 31,43 persen, sementara angka korban meninggal dunia menurun hingga 53,24 persen.  

Selain itu, korban luka berat turun 7,19 persen dan luka ringan berkurang 27,85 persen dibandingkan periode sebelumnya.

“Meski terjadi penurunan, masih ada waktu-waktu tertentu yang menjadi titik rawan kecelakaan dan perlu mendapat perhatian serius,” kata Sigit saat memimpin rapat koordinasi Operasi Ketupat 2026 di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

Sigit mengungkapkan bahwa dari hasil analisis, kecelakaan paling banyak terjadi pada rentang waktu 09.00 hingga 12.00, dengan total 532 kejadian. 

Jam tersebut dinilai rawan karena peningkatan aktivitas masyarakat di jalan, baik untuk bekerja, perjalanan antarkota, maupun mobilitas harian.

“Selain faktor kepadatan lalu lintas, kondisi pengemudi juga dinilai berpengaruh terhadap meningkatnya angka kecelakaan pada jam tersebut,” ungkapnya.

Dalam evaluasi tersebut, penyebab kecelakaan paling dominan adalah gagal menjaga jarak aman, dengan jumlah 1.156 kasus. Penyebab lain yang juga sering terjadi adalah kelalaian terhadap kendaraan di depan serta faktor kecepatan.

“Kelelahan dan mengantuk saat berkendara masih menjadi faktor yang sering memicu kecelakaan, terutama pada perjalanan jarak jauh,” papar Sigit.

Sigit mengatakan hasil analisis ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kepolisian dalam meningkatkan sosialisasi keselamatan berlalu lintas, terutama menjelang periode mudik dan arus balik yang diperkirakan memiliki mobilitas tinggi.

Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat akan terus digencarkan agar angka kecelakaan bisa ditekan lebih rendah pada 2026. Upaya tersebut meliputi kampanye keselamatan, pengawasan di titik rawan, serta peningkatan patroli di jam-jam yang dinilai memiliki risiko tinggi kecelakaan.

(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement