IDXChannel - Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Islam Iran membeberkan perkembangan serta situasi terkini unjuk rasa dan kerusuhan yang terjadi di Iran.
Hal ini diungkapkan Kedutaan Besar Republik Islam Iran lewat keterangan tertulis yang diterima IDXChannel, Rabu (14/1/2026).
Kedubes Iran mengatakan, unjuk rasa terjadi pada Minggu (28/12/2025) yang dilakukan serikat pekerja dan ekonomi yang terdiri dari beberapa pengusaha dan pedagang di Tehran.
"Unjuk rasa itu diadakan dengan motif mata pencaharian dan sebagai reaksi dampak negatif fluktuasi mata uang terhadap kegiatan bisnis dan daya beli," kata Kedubes Iran.
"Tuntutan utama mereka adalah untuk mengembalikan stabilitas pasar dan menerapkan langkah-langkah ekonomi yang efektif," lanjutnya.
Unjuk rasa itu, kata Kedubes Iran, sejak awal bersifat umum dan berlangsung damai, berorientasi pada serikat pekerja dan tuntutan. Para pengunjuk rasa berusaha menyampaikan tuntutan dengan tenang tanpa mengganggu ketertiban umum.
Iran tentunya berpegang teguh pada hukum dan praktik hak kebebasan berekspresi dan berunjuk rasa secara damai, dan mengakui hak-hak ini dalam kerangka konstitusi dan komitmen internasional, termasuk Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik (ICCPR).
Semua otoritas dan lembaga terkait telah memperhatikan tuntutan damai dan sah dari warga negara dan menggunakan kapasitas yang dimiliki untuk menangani dan menindaklanjuti tuntutan.