sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wakapolri Beberkan Negara yang Jadi Pusat Eksploitasi TPPO WNI

News editor Puteranegara
21/01/2026 21:18 WIB
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo membeberkan negara yang menjadi pusat eksploitasi WNI.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo membeberkan negara yang menjadi pusat eksploitasi
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo membeberkan negara yang menjadi pusat eksploitasi

IDXChannel - Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo membeberkan negara yang menjadi pusat eksploitasi Warga Negara Indonesia (WNI). Salah satunya kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO). 

Dedi mengatakan, wilayah yang menjadi pusat eksploitasi dalam kurun 2020 hingga 2023 di Asia Tenggara, mulai dari Kamboja hingga Myanmar.

“Dalam simpul korban perdagangan manusia WNI selama 2020-2023, bahwa peta korban WNI di kawasan Asia dalam tiga tahun terakhir ini menunjukkan bahwa pusat-pusat eksploitasi yang menonjol terjadi di Kamboja, Filipina, dengan simpul transitnya di Thailand, Laos dan Myanmar,” kata Dedi di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2026). 

Dedi menambahkan, Indonesia dan Filipina memiliki pola berbeda dalam hal perlintasan jaringan TPPO, karena garis pantai kedua negara ini terbentang luas, sehingga titik-titik masuknya pun banyak.

“Ada terjadi perbedaan pola (masuk jaringan TPPO) terutama di Indonesia dan Filipina. Ini negara-negara kepulauan yang memiliki garis pantai yang sangat luas, pintu masuknya banyak,” kata Dedi.

Oleh sebab itu, mantan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini menuturkan pembentukan Direktorat Reserse PPA-PPO baru di sejumlah wilayah adalah bentuk mitigasi terhadap kejahatan perdagangan orang.

"Ada beberapa Polda yang akan kita persiapkan dalam rangka memitigasi secara maksimal terjadinya kejahatan TPPO," katanya. 

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement