Dalam proses pengawasan tersebut, tercatat pula 158 jamaah umrah mengalami penundaan atau tertahan dalam proses kepulangan. "Para jamaah tersebut saat ini berada di dua lokasi, yaitu di Kota Jeddah dan Kota Makkah, menunggu penjadwalan ulang penerbangan sesuai dengan pengaturan maskapai dan penyelenggara perjalanan" ungkapnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan bagi jamaah yang mengalami penundaan penerbangan, pemerintah terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar penanganan dapat berjalan optimal.
“Kami memastikan seluruh jamaah tetap mendapatkan pendampingan serta pelayanan yang diperlukan hingga dapat kembali ke Tanah Air dengan aman,” tambahnya.
(Febrina Ratna Iskana)