AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Ada Informasi Jamaah Umrah Pertama Tiba 5 November, KJRI Jeddah: Belum Ada Info

SYARIAH
Dominique Hilvy Febriani
Selasa, 12 Oktober 2021 19:17 WIB
Gerbang ibadah umrah bagi jamaah asal Indonesia sudah dibuka lebar oleh Kerajaan Arab Saudi.
Ada Informasi Jamaah Umrah Pertama Tiba 5 November, KJRI Jeddah: Belum Ada Info. (Foto: MNC Media)
Ada Informasi Jamaah Umrah Pertama Tiba 5 November, KJRI Jeddah: Belum Ada Info. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Gerbang ibadah umrah bagi jamaah asal Indonesia sudah dibuka lebar oleh Kerajaan Arab Saudi. Namun beredar kabar jamaah pertama yang akan menginjakkan kaki di tanah suci akan terjadi pada 5 November mendatang.

Namun, Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Eko Hartono, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Belum ada info terkait hal itu,” kata Konjen Eko kepada MNC Portal Indonesia (12/10/2021).

Selain itu, Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah menyarankan untuk meminta respons Kementerian Agama RI terkait informasi tersebut. “Mohon maaf ini info dari Kemenag kah?” ujar Teuku kepada MNC Portal Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi menyampaikan bahwa pemerintah Kerajaan Arab Saudi sedang mengkaji kembali dimulainya pelaksaan umrah bagi jamaah umrah di Indonesia.

Dia menerangkan, komite khusus di Kerajaan Saudi Arabia sedang mengkaji persoalan ini guna meminimalisir segala hambatan yang menghalangi kemungkinan tidak dapatnya jamaah umrah Indonesia untuk melakukan ibadah umrah.

“Dengan perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia yang semakin baik, maka Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui nota diplomatik Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta pada tanggal 8 Oktober 2021.

Di dalam nota diplomatik menyebutkan mempertimbangkan untuk menetapkan masa periode karantina selama 5 hari bagi para jamaah umrah yang tidak memenuhi standar kesehatan yang dipersyaratkan,” kata Retno dalam keterangan tertulisnya (9/10/2021).

Retno mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti pembahasan secara lebih detail mengenai teknis pelaksaannya.

Retno mengatakan, pihaknya akan terus berupaya melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan serta dengan otoritas terkait di Kerajaan Saudi Arabia mengenai pelaksanaan kebijakan Pemerintah Saudi Arabia yang baru ini.

“Saya sendiri telah melakukan koordinasi dan komunikasi baik dengan Pak Menteri Kesehatan maupun dengan Pak Menteri Agama. Sebagaimana teman-teman ketahui bahwa pertemuan saya terakhir dengan Menteri Luar Negeri Saudi Arabia terjadi di sela-sela pelaksanaan Sidang Majelis Umum PBB ke-76 di New York,” ujarnya.

Retno menyatakan, Kedutaan telah menerima informasi dari pihak berkompeten di Kerajaan Saudi Arabia perihal pengaturan dimulainya kembali pelaksanaan umrah bagi jamaah umrah Indonesia. 

Retno menjelaskan, di dalam nota diplomatik tersebut disebutkan bahwa kedua pihak dalam tahap akhir pembahasan mengenai pertukaran link teknis dengan Indonesia yang menjelaskan informasi para pengunjung berkaitan dengan vaksin dan akan memfasilitasi proses masuknya jamaah. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD