AALI
9650
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
790
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7275
ADHI
820
ADMF
8075
ADMG
176
ADRO
2950
AGAR
324
AGII
2090
AGRO
725
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1055
AKSI
294
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.61
-0.34%
-1.85
IHSG
6996.46
-0.28%
-19.60
LQ45
1007.64
-0.31%
-3.10
HSI
22418.97
0.85%
+189.45
N225
27049.47
0.66%
+178.20
NYSE
0.00
-100%
-14811.55
Kurs
HKD/IDR 1,888
USD/IDR 14,835
Emas
871,303 / gram

Antisipasi Penyebaran Wabah PMK, MUI Siapkan Paduan Qurban

SYARIAH
Widya Michella
Sabtu, 28 Mei 2022 10:42 WIB
Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama pakar dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Kementerian Pertanian tengah membahas panduan ibadah qurban 1443H.
Antisipasi Penyebaran Wabah PMK, MUI Siapkan Paduan Qurban. (Foto: MNC Media)
Antisipasi Penyebaran Wabah PMK, MUI Siapkan Paduan Qurban. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Guna mencegah penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama pakar dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Kementerian Pertanian tengah membahas panduan ibadah qurban 1443H.

Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh mengatakan langkah selanjutnya, Komisi fatwa akan melakukan rapat khusus untuk drafting. Serta menggelar sidang fatwa sebagai bentuk panduan atau pedoman dari Komisi Fatwa MUI.

Menurutnya fatwa terkait dengan ibadah qurban 1443H ini membutuhkan penjelasan utuh mengenai PMK yang tengah terjadi. Baik berupa dampaknya, upaya serta langkah mitigasinya. 

"Untuk itu MUI mengundang dan mendengar penjelasan ahli dari IPB dan kementan sbg penanggung jawab,” ujar kata Niam dikutip dalam laman resmi MUI, Sabtu,(28/05/2022).

Sementara itu, Anggota Komisi Ahli Kesehatan Hewan Kesehatan Masyarakat Veteriner, dan Karantina Hewan, Kementerian Pertanian,  Denny Widaya menyampaikan virus PMK tidak memiliki dampak apapun pada kesehatan manusia. Imbauan ini murni ditujukan guna mencegah pencemaran lingkungan dan menularnya virus PMK bagi hewan ternak dan nonternak lainnya.

"Ini adalah masalah serius pada hewan, kita mengatur lalu lintas peredaran daging qurban, harapannya jikalau ada kemungkinan virus ada di bagian tubuh hewan yang dipotong kemudian tidak terdeteksi, maka tidak akan jatuh/mencemari lingkungan yang nantinya lingkungan itu akan menyebarkan penyakit tersebut ke ternak yang lain," ujar dia. 

Terakhir pihaknya mengharapkan MUI dapat mengimbau masyarakat agar melaksanakan kurban secara daring melalui Rumah Penyembelihan Hewan (RPH) atau tempat yang telah mengantongi izin penyembelihan dari Pemda.

“Mohon MUI agar menghimbau masyarakat agar DKM memaksimakkan memotong daging qurbannya di RPH dan tempat yang mendapat izin dinas saja, dan hanya dilakukan saat hari H, untuk meminimalkan risiko penularan,” ujarnya.

Walaupun Virus PMK, kata Denny tidak membahayakan bagi kehidupan manusia.  Namun penanganan yang salah pada daging hewan qurban yang terinfeksi bisa mencemari lingkungan. 

"Yang kita khawatirkan adalah pencemaran lingkungan yang akhirnya menulari hewan lain, dan merusak ekosistem, tidak berbahaya untuk manusia," kata dia. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD