AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Arab Saudi Bakal Buka Haji 2021, Kemenag Tunggu Kepastian Operasionalnya

SYARIAH
Widya Michella/MPI
Senin, 10 Mei 2021 17:57 WIB
Pemerintah Arab Saudi baru mengumumkan kepastian penyelenggaraan haji, namun belum ada penjelasan terkait rencana operasionalnya.
MPI

IDXChannel- Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Khoirizi menyambut baik informasi dari Arab Saudi tentang penyelenggaraan haji dengan "kondisi khusus". Namun, ia menyebutkan Pemerintah Arab Saudi baru mengumumkan kepastian penyelenggaraan haji dan belum ada penjelasan terkait rencana operasionalnya.

“Kita tentu bersyukur dengan pengumuman dari Saudi bahwa tahun ini ada penyelenggaraan haji. Namun, Saudi baru memastikan adanya penyelenggaraan haji, belum mengumumkan rencana operasionalnya,”kata Khoirizi seperti dikutip dalam laman resmi Kemenag Senin, (10/5/2021).

Ia menambahkan Saudi dalam pengumumannya akan memberitahukan rencana operasional haji tahun 2021 di lain waktu. Kemenag pun segera berkoordinasi terkait rencana operasional ini.

"Penjelasan Arab Saudi terkait rencana operasional haji 1442 H sangat penting. Sebab, hal itu akan menjelaskan bagaimana skema penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. “Apakah haji tahun ini akan digelar seperti tahun lalu, hanya diikuti oleh warga Saudi atau epkspatriat yang ada di sana? Atau ada izin untuk pemberangkatan jemaah dari negara luar Saudi, termasuk Indonesia?”tutur Khoirizi.

Direktur Bina Haji ini menuturkan, pihaknya akan terus mengikuti perkembangan informasi dari Pemerintah Arab Saudi. Sembari menunggu pengumuman resmi dari pemerintah Arab Saudi ke pemerintah Indonesia, Kemenag juga akan berkoordinasi dengan Dubes Arab Saudi dan Konjen RI di Jeddah terkait tidaklanjut perkebangan informasi haji ini.

Apapun keputusan Arab Saudi, tambah Khoirizi, pihaknya siap menerima dan menindaklanjuti. Apalagi, Kementerian Agama bersama Komisi VIII DPR juga telah melakukan sejumlah persiapan. Tim Manajemen Krisis Penyelenggaraan Ibadah Haji yang dibentuk oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada akhir Desember 2020 lalu, telah menyiapkan skema jika ada pemberangkatan jemaah haji dari Indonesia.

Skema itu disiapkan dalam beberapa skenario, mulai dari pembatasan kuota 50%, 30%, 25%, bahkan hingga 5%. Kemenag pun telah melakukan serangkaian pembahasan dengan Komisi VIII DPR terkait Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

“Jemaah haji Indonesia juga sudah mulai mengikuti program vaksinasi yang dilakukan Kementerian Kesehatan. Jadi, jika nanti memang ada pemberangkatan, mereka sudah memenuhi syarat vaksinasi yang diharuskan Saudi karena masih dalam kondisi pandemi,” ujarnya. (IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD