AALI
9575
ABBA
242
ABDA
0
ABMM
2330
ACES
785
ACST
169
ACST-R
0
ADES
7075
ADHI
810
ADMF
8050
ADMG
175
ADRO
2920
AGAR
324
AGII
2070
AGRO
690
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
150
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1495
AKRA
1045
AKSI
300
ALDO
835
ALKA
294
ALMI
0
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.33
-0.42%
-2.28
IHSG
6968.50
-0.4%
-27.95
LQ45
1003.37
-0.42%
-4.27
HSI
22186.19
-1.04%
-232.78
N225
26759.99
-1.07%
-289.48
NYSE
14667.32
-1.13%
-167.98
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,835
Emas
867,540 / gram

Bagaimanakah Hukum Paylater dalam Islam?

SYARIAH
Rizki Setyo Nugroho/SEO
Rabu, 22 Juni 2022 17:25 WIB
Apakah Anda sudah mengetahui hukum Paylater dalam Islam? Mungkin banyak orang yang memakai fitur tersebut tanpa mengetahui hukumnya dalam Islam
Bagaimanakah Hukum Paylater dalam Islam?  (Foto: MNC Media)
Bagaimanakah Hukum Paylater dalam Islam? (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Apakah Anda sudah mengetahui hukum Paylater dalam Islam? Mungkin banyak orang yang memakai fitur tersebut tanpa mengetahui hukumnya dalam Islam.

Paylater merupakan sebuah fitur yang memberikan layanan untuk menunda pembayaran dari barang yang akan dibeli dalam jangka waktu tertentu. Pola Paylater ini menyerupai pola yang ada pada sistem Kartu Kredit.

Hukum Paylater dalam Islam

Paylater memang cukup populer di banyak kalangan masyarakat karena dianggap memudahkan pembelian suatu barang. Ada banyak perusahaan Fintech yang memiliki fitur Paylater, seperti OVO, Grab, GoPay, ShopeePay, dan masih banyak lagi. Nah, sebenarnya bagaimana hukum Paylater dalam Islam? Berikut beberapa pandangan dari islam.nu.or.id yang telah IDXChannel rangkum:

1.  Riba

Pandangan pertama adalah Paylater bersifat riba. Dilihat dari sisi manapun, Paylater memiliki basis utang (qardl) yang berarti konsumen akan memiliki utang terhadap perusahaan tersebut saat membeli barang. 

Jika perusahaan tersebut menetapkan sebuah syarat penambahan harta/manfaat dari jasa utang yang dipakai oleh konsumen, maka hal itu termasuk ke dalam kategori riba qardi. 

2.          Akad Ijarah

Pandangan kedua yaitu Paylater tidak termasuk riba karena tambahan biaya hanya bisa diperoleh melalui penggunaan aplikasi terkait. Biaya aplikasi tersebut hanya dibebankan karena keharusan untuk memakai aplikasi tersebut dan itu termasuk ke dalam akad Ijarah (sewa jasa aplikasi). 

Aplikasi kedudukannya diqiyaskan sebagai jasa (ijarah) yang disewa dan memiliki besaran upah yang jelas (ma’lum) per bulannya. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD