IDXChannel - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memasang target agresif untuk pertumbuhan pasar modal syariah di 2026. Pihaknya membidik penambahan 50 ribu investor syariah aktif baru, melonjak tajam dibandingkan target tahun sebelumnya yang hanya dipatok sebesar 13.500 investor.
Vice Director of Sharia Capital Market BEI, Irwan Abdalloh mengatakan peningkatan target yang mencapai selisih 36.500 investor ini didasari oleh realisasi performa tahun 2025 yang melampaui ekspektasi.
"Tahun kemarin targetnya cuma 13.500 penambahan investor syariah. Tahun sekarang 50.000, karena ternyata tahun 2025, perusahaan melihat, oh pencapaiannya 43.000. Berarti kalau target cuma 13.500 lah terlalu bawah, rendah. Akhirnya dinaikkan lah targetnya jadi 50.000," kata Irwan dalam Edukasi Pasar Modal Syariah di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Hingga akhir Desember 2025, basis investor syariah nasional menunjukkan pertumbuhan yang solid. Total investor syariah tercatat mencapai 217.157 orang, meningkat dari posisi tahun 2024 yang sebanyak 169.397 orang.
Dari sisi keaktifan, investor syariah aktif per Desember 2025 menyentuh angka 43.135 investor, naik dari tahun sebelumnya yang berada di level 30.979 investor. Pertumbuhan jumlah pemodal ini berbanding lurus dengan nilai transaksi yang dihasilkan.
"Saya sekarang lebih senang, Bursa Efek Indonesia lebih senang meng-highlight tentang pencapaian yang sudah dilakukan oleh investor khusus syariah yang 217 ribu itu. Dari 217 ribu investor syariah itu, transaksinya sudah mencapai Rp11,2 triliun," tutur Irwan.
Nilai transaksi sebesar Rp11,2 triliun tersebut merupakan lompatan besar dibandingkan perolehan tahun 2024 yang hanya senilai Rp5,5 triliun. Secara operasional, volume transaksi mencapai 30,6 miliar saham dengan frekuensi perdagangan sebanyak 2,7 juta kali.
Pasar modal syariah kini tidak lagi sekadar pelengkap, melainkan telah mendominasi struktur pasar modal Indonesia. Hingga Desember 2025, tercatat ada 672 saham syariah dari total keseluruhan 956 saham yang melantai di bursa.
Untuk dari sisi kapitalisasi pasar saham syariah, turut mengalami kenaikan di Desember 2025 menjadi Rp8,97 triliun dari tahun 2024 yang tercatat senilai Rp6,82 triliun.
(kunthi fahmar sandy)