"Saya sekarang lebih senang, Bursa Efek Indonesia lebih senang meng-highlight tentang pencapaian yang sudah dilakukan oleh investor khusus syariah yang 217 ribu itu. Dari 217 ribu investor syariah itu, transaksinya sudah mencapai Rp11,2 triliun," tutur Irwan.
Nilai transaksi sebesar Rp11,2 triliun tersebut merupakan lompatan besar dibandingkan perolehan tahun 2024 yang hanya senilai Rp5,5 triliun. Secara operasional, volume transaksi mencapai 30,6 miliar saham dengan frekuensi perdagangan sebanyak 2,7 juta kali.
Pasar modal syariah kini tidak lagi sekadar pelengkap, melainkan telah mendominasi struktur pasar modal Indonesia. Hingga Desember 2025, tercatat ada 672 saham syariah dari total keseluruhan 956 saham yang melantai di bursa.
Untuk dari sisi kapitalisasi pasar saham syariah, turut mengalami kenaikan di Desember 2025 menjadi Rp8,97 triliun dari tahun 2024 yang tercatat senilai Rp6,82 triliun.
(kunthi fahmar sandy)