AALI
9600
ABBA
218
ABDA
0
ABMM
2380
ACES
790
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7650
ADHI
805
ADMF
8075
ADMG
172
ADRO
2950
AGAR
324
AGII
2040
AGRO
755
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1065
AKSI
290
ALDO
850
ALKA
300
ALMI
292
ALTO
200
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.05
-0.82%
-4.41
IHSG
6969.56
-0.66%
-46.50
LQ45
1002.62
-0.8%
-8.12
HSI
22051.08
-0.8%
-178.44
N225
27002.66
0.49%
+131.39
NYSE
14835.30
0.16%
+23.75
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,799
Emas
867,947 / gram

Cerita Gadis 18 Tahun Naik Haji, Gantikan Ayahnya yang Wafat

SYARIAH
Lukman Hakim
Selasa, 21 Juni 2022 08:25 WIB
Sebagai ahli waris pengganti porsi ayahnya, ia pun mulai mempelajari segala hal terkait ibadah haji melalui video-video yang ada di internet.
Cerita Gadis 18 Tahun Naik Haji, Gantikan Ayahnya yang Wafat (FOTO:MNC Media)
Cerita Gadis 18 Tahun Naik Haji, Gantikan Ayahnya yang Wafat (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Fithrotun Nisa, jemaah haji termuda asal Kabupaten Sidoarjo ini tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 25 ini akan segera menunaikan ibadah haji.

Remaja yang baru saja menamatkan pendidikan menengah atas di Kecamatan Wonoayu Sidoarjo ini mengaku tak pernah membayangkan dirinya akan menunaikan rukun Islam kelima di usia 18 tahun 2 bulan.

Nisa berangkat menggantikan ayahnya, Ali Akbar yang telah wafat pada Juli 2021 lalu. Ayahnya meninggal dunia karena sakit mendadak di usia 51 tahun. Sebagai anak tunggal, Nisa pun akhirnya menjadi ahli waris pengganti porsi ayahnya. "Ya kaget ketika harus menggantikan ayah, soalnya kan saya anak tunggal, jadi ya yang jadi ahli warisnya," tutur Nisa didampingi ibunya di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), Senin (20/6/2022).

Meski menjadi haji termuda pada kloter 25, Nisa mengaku siap beribadah di tanah suci bersama ibunda tercinta, Siti Kurnia (53 tahun).  Orang tua Fithrotun Nisa saat itu daftar haji sejak tahun 2011. "Saya sama mama ikut KBIH (kelompok bimbingan ibadah haji), ada yang bimbing ibadah disana," ujar Nisa yang berdomisili di Sepanjang Sidoarjo ini.

Nisa menuturkan, ketika ia ditetapkan sebagai ahli waris pengganti porsi ayahnya, ia pun mulai mempelajari segala hal terkait ibadah haji melalui video-video yang ada di  internet. Tak lupa, ia juga mencari informasi situs-situs bersejarah di Arab Saudi melalui kanal youtube yang ada.

"Saya tertarik, pingin ngunjungi situs-situs sejarah yang ada di sana, seperti Makam Nabi Ibrahim, Gunung Uhud dan lain-lain. Saya sering mencari videonya di youtube," ungkap gadis yang berencana akan melanjutkan studinya di fakultas keperawatan.

Nisa mengungkapkan keinginannya untuk mendoakan ayah yang ia sayangi ketika berada di tempat mustajabah. Ia berharap, sepulang dari Makkah Madinah dengan gelar hajjah, ia bisa menjadi pribadi  yang lebih baik lagi selamanya. "Saya ingin mendoakan ayah yang sudah meninggal dunia, mendoakan ibu juga agar selalu sehat, saya juga berdoa semoga cita-cita saya kuliah bisa lancar," ucapnya lirih.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Husnul Maram menjelaskan, Fithrotun Nisa yang menggantikan ayahnya berangkat ke Tanah Suci setelah melakukan pelimpahan porsi. Seperti melampirkan akta kematian dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, setoran awal, dan setoran lunas Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) jemaah haji meninggal.

Selain itu, pengganti porsi juga melampirkan surat keterangan tanggung jawab mutlak yang ditandatangani oleh calon jemaah haji penerima pelimpahan. "Melampirkan juga surat kuasa penunjukan pelimpahan nomor porsi yang ditandatangani oleh ahli waris dan diketahui oleh RT, RW, Lurah atau Kepala Desa, dan Camat," jelasnya. 

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD