AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Dorong Pemasaran Produk Halal, BPJPH Minta UMK Terapkan Digitalisasi 

SYARIAH
Widya Michella
Selasa, 02 November 2021 09:59 WIB
BPJPH mendorong para pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) mulai menerapkan digitalisasi pemasaran produk halal agar semakin berdaya saing.
Dorong Pemasaran Produk Halal, BPJPH Minta UMK Terapkan Digitalisasi  (Dok.BPJPH)
Dorong Pemasaran Produk Halal, BPJPH Minta UMK Terapkan Digitalisasi  (Dok.BPJPH)

IDXChannel - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama Muhammad Aqil Irham mendorong para pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) mulai menerapkan digitalisasi pemasaran produk halal agar semakin berdaya saing dan meningkat secara ekonomi. Hal ini disampaikan  saat mengunjungi sejumlah pelaku UMK di Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (1/11/2021).

"Selain bersertifikat halal yang diwajibkan dan sangat penting sebagai bentuk jaminan kehalalan produk, saya juga mengajak (pelaku UMK) untuk juga mulai menerapkan digitalisasi marketing produk halalnya,"kata Aqil Irham demikian dikutip pada laman resmi Kemenag,(02/11/2021).

Terlebih, di pandemi Covid-19 yang telah berlangsung hampir dua tahun terakhir, lanjutnya
menuntut pelaku usaha khususnya UMK untuk bersikap adaptif terhadap kondisi yang ada. Agar dapat terus menjaga keberlangsungan usahanya dan bahkan mengembangkannya dengan memanfaatkan peluang yang ada.

"Ini produk yang sudah halal dan bagus. Perlu mulai diperluas jangkauan pemasarannya dengan memasukkan produknya melalui digital market agar makin meningkat penjualannya,"ucap Aqil Irham kepada Nia, pelaku UMK produsen palm sugar/gula aren kemasan di kota Padang yang juga peserta fasilitasi sertifikasi halal gratis BPJPH tahun 2020 lalu.

Kepada para UMK lainnya ia menyampaikan setelah bersertifikat halal mereka dapat memperluas jangkauan pemasaran secara online (terdigitalisasi) untuk meningkatkan penjualannya.

Karena digitalisasi pemasaran produk halal selain sebagai salah satu strategi pengembangan usaha, juga merupakan salah satu bentuk upaya pelaku usaha untuk membantu mempermudah masyarakat untuk memperoleh produk halal yang dibutuhkannya. 

Karenanya, Aqil Irham berpesan kepada pelaku UMK untuk memanfaatkan peluang tersebut secara optimal. 
"Kita berharap produk-produk halal UMK kita seperti ini terus naik kelas dan mampu bersaing di pasaran tidak hanya domestik tapi juga global."harapnya.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD