Ia menyoroti pentingnya ketersediaan makanan cepat saji bagi jamaah haji selama fase Armuzna. Menurutnya, distribusi makanan harus dipastikan benar-benar sampai ke tangan jamaah sebelum keberangkatan menuju Arafah.
“Kalau makanan cepat saji tidak tersedia, itu akan menjadi problem serius. Sebab pada fase Armuzna, distribusi makanan dari dapur umum sudah tidak bisa berjalan normal karena keterbatasan akses dan mobilitas,” ujarnya.
Marwan mengingatkan agar makanan sudah diterima jamaah paling lambat pada tanggal 6 sore, sehingga jamaah masih memiliki persediaan konsumsi saat mulai bergerak menuju Armuzna pada tanggal 7 dan 8 Zulhijah.
Selain konsumsi, legislator PKB itu juga menyoroti kesiapan transportasi bus yang menjadi faktor penting selama mobilisasi jamaah. Ia menilai persoalan transportasi dapat berdampak berantai terhadap layanan lainnya, termasuk konsumsi dan penempatan jamaah di tenda-tenda Armuzna.
“Kalau bus bermasalah, dampaknya akan ke mana-mana. Bisa mengganggu distribusi konsumsi, penempatan tenda, sampai memperlambat mobilitas jamaah,” katanya.