"Kalau kita berpijak kepada kriteria MABIMS baru yang Nahdlatul Ulama juga memeganginya, yakni ketinggian hilal 3 derajat kemudian elongasi 6,4 derajat, maka sangat-sangat jelas bahwa insyaallah tidak akan ada yang berhasil melihat hilal," kata dia.
Dengan prediksi itu, Nahdatul Ulama (NU) menyampaikan awal puasa akan jatuh pada Kamis 19 Februari 2026. Sedangkan salat tarawih pertama akan dilaksanakan pada Rabu 18 Februari 2026 malam.
"Oleh karena itu, untuk awal Ramadan yang akan datang, insyaallah ikhbar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama akan menetapkan, malam Kamis sudah disunahkan salat Tarawih yang berarti Kamis pagi sudah berkewajiban melaksanakan ibadah puasa Ramadan, yakni tanggal 1 Ramadan 1447 Hijriah," ujarnya.
(Dhera Arizona)