AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

HIMPUH Keluhkan Pembatasan Usia Ibadah Haji 2022

SYARIAH
Widya Michella
Jum'at, 13 Mei 2022 04:17 WIB
Sekretaris Jenderal Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) Firman Taufik mengeluhkan batasan umur maksimal 65 tahun yang ditentukan Arab Saudi.
HIMPUH Keluhkan Pembatasan Usia Ibadah Haji 2022. (Foto: MNC Media)
HIMPUH Keluhkan Pembatasan Usia Ibadah Haji 2022. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Sekretaris Jenderal Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) Firman Taufik mengeluhkan batasan umur maksimal 65 tahun yang ditentukan pemerintah Arab Saudi dalam penyelenggaraan ibadah haji 1443H/2022M.

Menurut dia, kebijakan itu sungguh kontras dengan penyelenggaraan umrah tahun ini. Pasalnya ibadah umrah di masa pandemi saat ini tidak memperdulikan batasan usia. Bahkan di beberapa kesempatan, dia menemukan masyarakat sudah tidak lagi menggunakan masker. 

"Kami cukup bersedih karena kontras dengan keadaan umrah di mana pada saat ini tidak peduli soal usia yang dibatasi usia bawahnya. Padahal keadaan di sini (Arab Saudi) dari pandemi juga hampir normal," kata Firman dihubungi MNC Portal, Kamis,(12/05/2022). 

"Karena ketika saya berpaling ke Madinah, prokes sudah tidak terlalu ketat, di Mekkah apalagi banyak yang tidak memakai masker. Tapi mengingat tuan rumah yang bikin aturan mau enggak mau kita harus ikut," ujar dia.

Batasan usia tersebut, lanjutnya cukup berdampak pada beberapa jemaah haji khusus Indonesia. Mereka terpaksa harus berangkat tahun depan agar dapat melakukan ibadah haji bersama keluarga.  

"Ada suami di atas 65 tahun, istri di bawah 65 jadi enggak bisa berangkat karena saling tunggu. Kemudian ada yang bawa orangtua di atas 65 dan anaknya tidak mungkin melepas orangtuanya berangkat sendiri dan akhirnya mereka ikut mundur," keluh dia.
 
Walaupun begitu, Firman turut menyambut baik dibukanya kembali haji 1443H oleh pemerintah Arab Saudi untuk 100.051 jamaah Indonesia. Pemberian beberapa syarat untuk calon jemaah haji sendiri, diharapkan menjadi langkah antisipatif Arab Saudi agar pelaksanaan haji tahun 1443H dapat berjalan baik dan lancar. 

"Sedih tapi apa boleh buat karena ini peraturan yang dibuat oleh tuan rumah Saudi Arabia. Mau tidak mau kita sebagai tamu ini mengikuti apapun yang diterapkan oleh Pemerintah Arab Saudi," ujarnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD