Menurut Galih, mayoritas calon penumpang menggunakan visa kerja ataupun iqamah untuk memberikan kesan bahwa mereka merupakan pekerja atau penduduk yang tinggal di Arab Saudi, padahal tujuan utamanya adalah menunaikan ibadah haji di luar prosedur resmi.
“Terakhir dua hari lalu ada 32 orang yang kami tunda keberangkatannya. Modusnya bermacam-macam, namun umumnya menggunakan visa kerja ataupun iqamah, sehingga terkesan sudah tinggal di sana. Tetapi pada akhirnya tujuan utamanya adalah berhaji,” tuturnya.
(DESI ANGRIANI)