AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Kejar Target Jadi Pusat Produk Halal Dunia, RI Bidik Ekspor ke Negara-negara OKI

SYARIAH
Widya Michella
Senin, 02 Agustus 2021 06:47 WIB
Indonesia menargetkan untuk menjadi pusat produk halal dunia pada 2024.
Indonesia menargetkan untuk menjadi pusat produk halal dunia pada 2024. (Foto: MNC Media)

IDXCHannel - Indonesia menargetkan untuk menjadi pusat produk halal dunia pada 2024.  Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag), Mastuki menyampaikan Indonesia memiliki peluang ekspor produk halal yang terbuka luas terutama ke negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). 

Berdasarkan data neraca perdagangan Indonesia ke negara-negara anggota OKI periode Januari-Juli 2020 dari total ekspor sebesar USD 10,94 miliar mencapai surplus USD 2,2 miliar yang masih didominasi oleh produk makanan, kosmetik, dan obat-obatan.

"Salah satu pasar halal yang menjanjikan adalah negara-negara anggota OKI. Belum lagi potensi di luar itu, seperti India dan lainnya. Ini adalah modal besar bagi Indonesia untuk tampil sebagai produsen dan eksportir produk halal terbesar dunia,"kata Mastuki seperti dikutip pada laman resmi Kemenag, Senin,(02/08/2021).

Mastuki mengatakan pangsa pasar global melalui OKI tersebut hanyalah satu di antara 6 modal halal strategis yang dimiliki Indonesia.

"Selain itu, masih terdapat lima modal halal lain yang sangat mendukung pengembangan produk halal nasional. Yaitu modal religius-demografis, modal sosio-kultural, modal usaha dan dunia industri, modal ekonomi, serta modal regulasi dan dukungan politik,"ujarnya.

Oleh sebab itu, dalam rangka penguatan produk halal nasional dan menjadikan Indonesia sebagai produsen produk halal terbesar tahun 2024. BPJPH Kemenag mendukung program sekolah ekspor dan memastikan pihaknya selalu siap bersinergi dengan sejumlah pihak termasuk melalui akselerasi sertifikasi halal yang menjadi syarat ekspor produk ke berbagai negara.

"Penguatan produk halal nasional adalah komitmen kita bersama. Bapak Wakil Presiden telah mendorong seluruh pemangku kepentingan industri untuk dapat memanfaatkan potensi pasar halal Indonesia dengan meningkatkan ekspor produk halal. Targetnya, pada 2024 Indonesia menjadi produsen produk halal terbesar di dunia,"jelas Mastuki.

Mantan juru bicara Kemenag ini juga terus berkoordinasi dengan berbagai perguruan tinggi dalam pengembangan ekosistem halal. Di antaranya, peran melalui pusat kajian halal, riset di bidang halal, Lembaga Pemeriksa Halal, institusionalisasi kajian halal melalui pembukaan prodi halal, pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi, hingga pelatihan SDM halal seperti manajer halal, penyelia halal, auditor halal, pendamping halal, pengawas halal, juru sembelih halal, chef halal, bahkan eksportir halal, dan sebagainya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Ekspor Handito Joewono menyebut Sekolah Ekspor merupakan kolaborasi bersama antara pemerintah dan dunia usaha untuk mencetak eksportir baru. Pada tahun 2030, ditargetkan akan ada 500.000 eksportir baru yang dicetak oleh Indonesia.

"Pada Sekolah Ekspor UKM dan Ekonomi Kreatif, tersedia pelatihan ekspor berjenjang dan bersertifikasi dari BNSP bagi peserta yang telah memenuhi persyaratan. Ada tiga jenjang yang tersedia, yaitu level pengenalan ekspor, level ekspor dasar, dan level ekspor lanjutan"imbuhnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD