Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengatakan evaluasi dilakukan secara komprehensif agar setiap perbaikan yang dilakukan mampu menjawab kebutuhan jamaah sekaligus memperkuat kualitas penyelenggaraan haji pada tahun-tahun mendatang.
"Setiap tahapan penyelenggaraan haji kami evaluasi secara komprehensif. Pengalaman di lapangan dan data yang terkumpul menjadi landasan utama dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan kualitas layanan kepada jamaah," ujar Puji dikutip Minggu (5/7/2026).
Sebagai tindak lanjut hasil evaluasi, Ditjen Bina PHU menyiapkan sejumlah strategi mitigasi, di antaranya penguatan pembinaan manasik yang lebih terintegrasi, peningkatan kompetensi petugas, penyempurnaan layanan pada fase Armuzna, perbaikan tata kelola logistik, serta penguatan pelayanan bagi jamaah berkebutuhan khusus, termasuk pelaksanaan safari wukuf dan badal haji.
Seluruh langkah tersebut dirancang untuk menghadirkan pelayanan yang lebih efektif, terukur, dan responsif terhadap kebutuhan jamaah.
Bagi Kemenhaj, evaluasi bukan sekadar mengukur capaian penyelenggaraan, tetapi menjadi fondasi dalam membangun tata kelola haji yang modern, adaptif, dan berkelanjutan. Seluruh rekomendasi yang dihasilkan dalam Rakernas akan ditindaklanjuti menjadi rencana aksi yang implementatif sebagai bagian dari penguatan sistem penyelenggaraan ibadah haji Indonesia.