AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1390
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
800
AKSI
755
ALDO
1375
ALKA
314
ALMI
288
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.72
1.77%
+8.94
IHSG
6726.37
1.5%
+99.50
LQ45
959.76
1.74%
+16.42
HSI
24965.55
0.05%
+13.20
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
0.00
-100%
-16818.98
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
847,450 / gram

Konferensi Haji International, BI dan BPKH Bahas Instrumen Keuangan Syariah

SYARIAH
Anggie Ariesta
Rabu, 27 Oktober 2021 13:44 WIB
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bekerjasama dengan Bank Indonesia menyelenggarakan Konferensi Haji Internasional .
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bekerjasama dengan Bank Indonesia menyelenggarakan Konferensi Haji Internasional . (Foto: MNC Media)
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bekerjasama dengan Bank Indonesia menyelenggarakan Konferensi Haji Internasional . (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bekerjasama dengan Bank Indonesia menyelenggarakan Konferensi Haji Internasional yang diselenggarakan pada 27-28 Oktober 2021 secara daring dan luring.

Kepala BPKH Anggito Abimanyu mengatakan, konferensi tersebut masuk ke dalam rangkaian acara Indonesia Shariah Economic Festival (ISEF) 2021 dengan tema Escalating halal industries through food and fashion markets for economic recovery.

"Atas nama BPKH saya mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah turut menyelenggarakan konferensi haji internasional ketiga di tengah pertemuan ISEF ke-8 di JCC. Visi ISEF 2021 adalah meningkatkan industri halal melalui pasar makanan dan fesyen untuk pemulihan ekonomi, program ini menempatkan ISEF sebagai ikon pengembangan SDF ekonomi dan keuangan syariah dari berbagai aspek baik di tingkat internasional," katanya dalam pembukaan ISEF 2021 - Islamic Investment Forum Day 1 secara virtual, Rabu (27/10/2021).

Untuk mewujudkan visi tersebut, BPKH bersama Bank Indonesia menyelenggarakan forum dengan 3 topik yang berfokus pada pengembangan ekonomi dan keuangan syariah terkait layanan haji dan umrah.

Topik yang akan dibahas hari ini dan besok, yaitu pertama, pengembangan instrumen investasi syariah baik di bank syariah maupun instrumen syariah pasar modal, kedua mengelola wisata religi dan umrah, dan ketiga mengemukakan industri makanan halal untuk umrah dan haji.

"Izinkan saya menyoroti mengapa ketiga bidang ini sangat penting bagi layanan haji dan umrah kita dan juga bagi pembangunan ekonomi dan sosial," katanya.

Pertama, sebagai salah satu dari lima rukun Islam, dana yang ditabung dalam biaya haji yang mahal harus berupa instrumen keuangan yang sesuai syariah, dan hanya bisa disimpan hanya ditempatkan di bank syariah atau instrumen investasi syariah.

"Oleh karena itu sangat penting untuk melihat bantuan dari bank syariah, peluang investasi dan instrumen syariah islam dan juga dukungan dari otoritas pasar keuangan islam," kata dia.

Kedua, penting juga untuk membahas peningkatan kualitas layanan wisata haji dan umrah dan tingkat kepuasan peziarah sebagai pelanggan. Hal ini dibedakan dengan kata lain karena mempertimbangkan pentingnya fasilitas dan layanan yang diperlukan untuk haji, sehubungan dengan persepsi yang sebenarnya peziarah, yaitu sisi permintaan daripada penyedia layanan dan persepsi yang tidak direncanakan yaitu sisi penawaran.

Elemen lain dari wisata islam ke Indonesia adalah bagaimana outbond haji dan umrah menarik populasi islam global yang berkuasa. Ketiga, sebelum pandemi jumlah jemaah umrah dan haji dari Indonesia meningkat setiap tahunnya.

"Salah satu aspek penting dari pengalaman ini adalah menemukan akomodasi dan makanan selama haji dan umrah di tempat praktik. Bagi banyak pengunjung Indonesia, makanan dengan cita rasa lokal asli Indonesia adalah suatu keharusan, hal ini jelas menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pebisnis Indonesia untuk bekerjasama dengan mitra Saudi untuk menyediakan makanan rasa lokal bagi pengunjung haji dan umrah," pungkas Anggito. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD