Dalam memilih obligasi, Manajer Investasi (MI) MNC Asset menetapkan syarat ketat dengan minimal rating A dari Pefindo. Selain itu, tim juga diisi dengan pakar syariah sehingga teruji dari sisi syariat.
"Kami tidak mengeklaim kami yang return-nya paling tinggi, tidak Bapak-Ibu. Kami bukan yang paling tinggi. Tapi kami mengeklaim yang stable (stabil) dan bertumbuh," kata Dimas.
Sementara itu, Direktur MNC Asset Management, Ipan Samuel Hutabarat menambahkan, imbal hasil obligasi juga dipengaruhi oleh kondisi makro ekonomi, termasuk suku bunga acuan. Namun, dia menilai, RDPT tetap bisa menjadi pilihan investasi karena minim risiko di samping emas.
"Kami lihat di tengah adanya ketidakpastian ini yang masih cukup tinggi, tapi di situ ada peluang Bapak-Ibu. Jadi jangan anggap 'Wah ini risiko, risiko, risiko terus'. Padahal risiko itu kalau kita bisa maintain (jaga), kita bisa manage (kontrol), kita bisa lihat sisi-sisi baik positifnya, itu kita bisa masuk di mana kita bisa untuk berinvestasi," tutur Ipan.
(Rahmat Fiansyah)