AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/10/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
518.56
-0.09%
-0.46
IHSG
6656.00
-0.04%
-2.77
LQ45
975.16
-0.13%
-1.28
HSI
26136.02
1.35%
+348.81
N225
29255.55
0.14%
+40.03
NYSE
16988.16
0.75%
+126.16
Kurs
HKD/IDR 1,808
USD/IDR 14,075
Emas
805,176 / gram

OJK Sebut Pembiayaan Syariah dalam Tren Membaik

SYARIAH
Advenia Elisabeth/MPI
Kamis, 14 Oktober 2021 17:19 WIB
Perkembangan aset dan dana pihak ketiga serta pembiayaan syariah terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
OJK Sebut Pembiayaan Syariah dalam Tren Membaik (FOTO:MNC Media)

IDXChannel -  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, perkembangan aset dan dana pihak ketiga serta pembiayaan syariah terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. 

Direktur Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah OJK, Nyimas Rohmah memaparkan, total aset keuangan syariah Indonesia telah mencapai Rp 1,9 triliun per Juli 2021. 

Dengan jumlah tersebut, market share keuangan syariah berada di 10,11 persen dari keuangan nasional. Adapun dari total aset keuangan syariah ini, sebanyak Rp 631,58 triliun merupakan aset perbankan syariah. 

"Kami mengapresiasi kepada pelaku industri perbankan syariah yang dapat menjaga pertumbuhan positif ini," kata Nyimas dalam Seminar Virtual Perbankan Syariah Spin off atau Leveraging, Kamis (14/10/2021). 

Lebih lanjut ia membeberkan, market share perbankan syariah juga mengalami pertumbuhan yang positif yakni per Juli 2021 telah mencapai 6,59 persen dibandingkan dengan total perbankan nasional. Dengan demikian, secara komposisi, market share tersebut masih didominasi oleh 12 Unit Usaha Syariah (UUS) sebesar 65,73 persen, diikuti dengan 20 UUS sebesar 31,81 persen dan 163 Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) sebesar 2,45 persen. 

Sejalan dengan hal tersebut, jumlah rekening perbankan syariah juga terus menunjukan tren kenaikan. Sehingga jumlah rekening pihak ketiga pada Juli 2021 telah mencapai lebih dari 40 juta rekening, sementara untuk jumlah rekening pembiayaan mencapai lebih dari 6 juta rekening. 

"Perkembangan perbankan syariah yang mengembirakan itu, tentu saja tidak serta merta membuat kita terlena sehingga mengabaikan berbagai tantangan yang ada di perbankan termasuk perbankan syariah," jelasnya. 

Seperti diketahui bersama, ekosistem perbankan terjadi sangat cepat. Hal itu karena adanya perkembangan teknologi yang diikuti dengan perubahan ekspektasi masyarakat yang menginginkan produk dan layanan perbankan agar lebih mudah, cepat, dapat diakses di mana saja, kapan saja, aman, dan dapat memenuhi seluruh layanan yang diperlukan. 

Dengan adanya perubahan tersebut, lanjut Nyimas, perbankan syariah tak luput dihadapi berbagai tantangan, seperti diantaranya, skala usaha, daya saing, kapasitas modal, risiko digital, cyber security, dan system failure risk. 

Merujuk pada tantangan tersebut, OJK telah menerbitkan roadmap pengembangan perbankan syariah Indonesia (RP2SI) 2020-2025. Menurut dia, ini merupakan langkah strategis dalam menyelaraskan perkembangan arah perbankan syariah di Indonesia serta untuk menjadi katalisator akselerasi proses pengembangan perbankan syariah.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD