Dia menambahkan, kenaikan yang impresif tersebut didorong oleh sejumlah faktor utama. Salah satunya adalah perubahan perilaku nasabah yang sebelumnya cenderung menyimpan dana, kini mulai mengakumulasi aset produktif termasuk melalui skema angsuran.
Bank Muamalat juga mendapati minat nasabah yang sangat kuat untuk memiliki emas sebagai instrumen investasi sekaligus aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik saat ini.
Selain tingginya minat, faktor lain yang mendorong pertumbuhan pembiayaan Solusi Emas Hijrah yakni digitalisasi proses pengajuan pembiayaan melalui mobile banking Muamalat DIN yang dinilai lebih cepat, praktis, dan fleksibel. Alhasil, pembiayaan emas semakin inklusif dan mudah diakses oleh nasabah.
Meskipun agresif dalam pertumbuhan, Bank Muamalat tetap menempatkan prinsip kehati-hatian sebagai prioritas utama. Kualitas pembiayaan Solusi Emas Hijrah dapat dijaga dengan sangat baik di level nol persen hingga akhir Maret 2026. "Hal ini menegaskan perseroan berhasil mencetak pertumbuhan yang tinggi dibarengi dengan kualitas aset yang sehat," katanya.
Ricky menilai prospek pembiayaan emas syariah ke depan masih sangat menjanjikan. Menurutnya, permintaan emas sebagai aset riil cenderung meningkat, terutama di segmen ritel dan emerging middle class. Selain itu, penetrasi pembiayaan emas di Indonesia juga masih relatif kecil, sehingga ruang pertumbuhannya masih sangat besar.