AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Pacu Wirausaha Santri, Pesantren dan Panti Asuhan Al Madina Kembangkan Madu Syarif

SYARIAH
Ali Masduki
Senin, 01 November 2021 10:57 WIB
Pondok pesantren Al Madina menjadikan madu sebagai salah satu ceruk ekonomi untuk kemandirian para santri.
Pacu Wirausaha Santri, Pesantren dan Panti Asuhan Al Madina Kembangkan Madu Syarif (Dok.MNC Media)
Pacu Wirausaha Santri, Pesantren dan Panti Asuhan Al Madina Kembangkan Madu Syarif (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Peluang permintaan madu yang terus meningkat di masa pandemi ditangkap oleh Panti Asuhan Grha Aitam yang juga merupakan Pondok Pesantren Al Madina Surabaya. Pondok pesantren inipun menjadikan madu sebagai salah satu ceruk ekonomi untuk kemandirian para santri.

Rupanya keberadaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)  bernama Madu Syarif di Panti Asuhan Grha Aitam Al Madina menyita perhatian para akademisi Universitas Surabaya (Ubaya). Mereka yang tergabung dalam tim pengabdian masyarakat (abdimas) Universitas Surabaya turun gunung membantu dan melatih keterampilan kidspreneur usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Madu Syarif.

Kegiatan ini merupakan pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Peningkatan Keterampilan dan Produktivitas Ekonomis Panti Asuhan Grha Aitam Al Madina Surabaya yang didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UBAYA. Pelatihan dan pendampingan dilakukan tim abdimas UBAYA sejak Juli hingga Oktober 2021.

Ketua tim abdimas UBAYA, apt. Devyani Diah Wulansari, S.Farm. menyampaikan jika tempat pelaksanaan PKM merupakan panti asuhan sekaligus pondok pesantren yang memiliki usaha mikro, kecil dan menengah  (UMKM) Madu Syarif. Tim abdimas UBAYA melihat adanya peluang dan potensi UMKM Madu Syarif untuk terus berkembang terutama di masa pandemi Covid-19. 

“Panti asuhan berbasis pondok pesantren ini memiliki unit usaha sendiri yang sedang berkembang dan berpotensi dikembangkan. Kami menjadi tertarik untuk memberikan pelatihan serta pendampingan berupa pengemasan produk madu sesuai SNI kepada para santri yang biasanya disebut sebagai kidspreneur,” terangnya.

Ada beberapa pelatihan dan pendampingan yang dilakukan untuk meningkatkan keterampilan serta produktivitas ekonomis mitra UMKM Madu Syarif. Mulai dari pendampingan sertifikasi halal dengan memfasilitasi pelatihan sertifikasi halal dari BPOM MUI, pembinaan pengemasan madu yang higienis sesuai SNI 8664-2018 dengan penerapan teknologi tepat guna, dan pendampingan strategi penjualan serta pembukuan untuk meningkatkan omset sekaligus laporan keuangan yang lebih teratur serta terperinci.

“Kami juga memfasilitasi analisis pengujian kadar logam, abu, air, keasaman, enzim HMF dan diastase untuk memantau kualitas madu,” jelas Devyani.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kolaborasi dosen dari lintas disiplin ilmu. Tim abdimas UBAYA terdiri dari apt. Devyani Diah Wulansari, S.Farm. dan Rizqiyatul Fithriyah, S.Si., M.Si. dari Fakultas Farmasi. Ditambah Dr. Emma Savitri, S.T., M.Sc. dari Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknik dan Hayuning Purnama Dewi, S.Sos., M.Med.Kom., M.M. dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika UBAYA. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa aktif dari Fakultas Farmasi UBAYA yaitu Irviana Arel Farah Atika dan Ayudya Putri Magfiroh.

“Kami berharap pendampingan ini dapat bermanfaat dan mampu menghasilkan produk madu yang memiliki kualitas mutu terjamin. Selain itu, strategi penjualan yang telah dilakukan bersama tim abdimas UBAYA bisa menjadi jalan untuk unit usaha panti asuhan agar lebih berkembang dan meningkatkan omset sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh para santri,” pungkasnya.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD