"Pada saat tanggal 29 Sya'ban, ketinggian hilal dari Sabang sampai Merauke masih berkisar antara -1 derajat sampai dengan 2 derajat. Kemudian elongasi pun masih berkisar 1 sampai 2 derajat," ujarnya dikutip melalui kanal YouTube NU Online, Selasa (17/2/2026).
Namun, sebagaimana tradisi dan pedoman Nahdatul Ulama (NU), data hisab ini harus diverifikasi atau dibuktikan melalui Rukyatul Hilal dengan pengamatan secara langsung.
Menurutnya hilal akan terlihat bila berada ketinggian 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat. Dengan begitu maka hilal akan sulit terlihat hari ini.
"Kalau kita berpijak kepada kriteria MABIMS baru yang Nahdlatul Ulama juga memeganginya, yakni ketinggian hilal 3 derajat kemudian elongasi 6,4 derajat, maka sangat-sangat jelas bahwa insyaallah tidak akan ada yang berhasil melihat hilal," kata dia.