"Akibatnya kalau para jamaah tidur memang akan membuat mereka risih karena jarak antara jamaah yang satu dengan yang lain terlalu dekat," katanya.
"Oleh karena itu mungkin sudah waktunya bagi pemerintah indonesia untuk meminta pemerintah Saudi agar membuat bangunan/tempat penginapan bertingkat yang lebih baik dan memadai di Mina. Ini penting dilakukan karena yang mengalami masalah dalam hal ini tidak hanya jamaah haji indonesia saja tapi juga jamaah dari negara-negara lain," kata dia.
Selain itu, lanjut Anwar, pemerintah Indonesia juga perlu memperhatikan kehadiran jamaah yang tidak menggunakan visa haji tapi visa turis, visa ziarah, calling visa dan lain-lain yang jumlahnya cukup banyak.
"Untuk itu pihak DPR mungkin perlu menghitung berapa jumlah jamaah kita yang mengerjakan ibadah haji tidak mempergunakan visa haji tersebut agar perencanaan yang sudah dibuat tidak rusak karena banyak dari mereka di Mina juga menempati dan menikmati fasilitas yang sudah disediakan oleh pihak Kemenag," kata dia.
(YNA)