sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Potensi Ekonomi Halal Besar, Konflik Geopolitik Jadi Tantangan

Syariah editor Iqbal Dwi Purnama
22/04/2026 14:56 WIB
Potensi tersebut terhambat oleh konflik geopolitik sehingga dibutuhkan platform yang mampu membangun kepercayaan sekaligus menjembatani pasar yang bergejolak.
Potensi Ekonomi Halal Besar, Konflik Geopolitik Jadi Tantangan (Foto: iNews Media Group)
Potensi Ekonomi Halal Besar, Konflik Geopolitik Jadi Tantangan (Foto: iNews Media Group)

“Tanda plus dalam B57+ mencerminkan inklusivitas, yakni membuka kolaborasi tidak hanya antar 57 negara anggota OKI, tetapi juga dengan negara mitra strategis di seluruh dunia,” kata Arsjad.

Dia menambahkan, misi utama B57+ adalah menerjemahkan kekuatan kolektif menjadi kemakmuran bersama melalui peningkatan perdagangan, investasi, serta konektivitas bisnis yang terstruktur. Dalam hal ini, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mengambil peran sebagai jembatan kepemimpinan dalam kerja sama ekonomi halal di kawasan Asia Pasifik.

Arsjad menyebut, konsep halal kini tidak lagi terbatas pada aspek kepercayaan semata, melainkan telah berkembang menjadi standar global yang mencakup kualitas, integritas, dan gaya hidup. Hal ini tercermin dari pertumbuhan sektor halal di berbagai bidang, mulai dari pariwisata, rantai pasok, hingga keuangan syariah.

Meski demikian, dia mengingatkan masih banyak peluang kerja sama yang belum tergarap optimal akibat keterbatasan konektivitas dan kelembagaan. Karena itu, B57+ diharapkan dapat bergerak lebih konkret dan terukur dalam membangun mekanisme kepercayaan serta memperkuat jejaring antarnegara.

“Tidak ada kemakmuran tanpa perdamaian. Kedamaian lahir dari kepercayaan dan kolaborasi,” ujarnya.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement