AALI
9300
ABBA
290
ABDA
0
ABMM
2460
ACES
745
ACST
184
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
800
ADMF
8175
ADMG
176
ADRO
3250
AGAR
298
AGII
2250
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
111
AHAP
100
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
158
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1555
AKRA
1185
AKSI
280
ALDO
730
ALKA
292
ALMI
308
ALTO
192
Market Watch
Last updated : 2022/08/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.69
-0.42%
-2.31
IHSG
7172.43
-0.2%
-14.12
LQ45
1022.99
-0.33%
-3.35
HSI
19773.03
0.05%
+9.12
N225
28930.33
-0.04%
-11.81
NYSE
0.00
-100%
-15734.11
Kurs
HKD/IDR 180
USD/IDR 14,820
Emas
835,878 / gram

Pulang ke RI, Jamaah Haji Diminta Tetapkan Protokol Tiga M 

SYARIAH
Kevi Laras
Selasa, 19 Juli 2022 09:35 WIB
Fase kepulangan jamaah haji Indonesia sudah dimulai, terjadi euforia para keluarga untuk menyambut jamaah yang tiba di Indonesia.
Pulang ke RI, Jamaah Haji Diminta Tetapkan Protokol Tiga M (FOTO: MNC Media)
Pulang ke RI, Jamaah Haji Diminta Tetapkan Protokol Tiga M (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Fase kepulangan jamaah haji Indonesia sudah dimulai, terjadi euforia para keluarga untuk menyambut jamaah yang tiba di Indonesia. Untuk itu para jamaah diminta untuk menerapkan protokol tiga M.

Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr Reisa Broto Asmoro mengungkapkan, para jamaah haji Indonesia, diminta agar tetap menerapkan protokol seperti 3 M (Menggunakan Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci tangan). Ketika sedang bersilaturahmi, umumnya saling berpegangan tangan, dia pun meminta untuk selalu mencuci tangan.

"Emang pasti euforia melonjak ya setelah kepulangan para jamaah haji ini. Ingin bersilaturahmi dengan keluarga dan lingkungan," ujar dr Reisa dalam Siaran Sehat di YouTube RRI, dikutip Selasa (19/7/2022)

"Maka harus dilanjutkan saat ibadah haji lalu, harus memantau dari 14 sampai 21 hari kedepan. Tentunya ketika lakukan silahturahmi harus menerapkan protokol kesehatan, sebenarnya simpel banget kok mulai dari 3 M aja yang simpel," jelasnya 

Dimana para jamaah haji akan terus dipantau kesehatan, selama 14 sampai 21 hari. Dengan demikian, untuk sadar diri atau memahami gejala yang timbul. 

Dia pun meminta untuk menciptakan silahturahmi yang sehat. "Silahturahmi sehat penting sekali untuk diterapkan agar tetap sehat," imbuh dr Reisa.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD