AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,835
USD/IDR 14,305
Emas
837,181 / gram

Sertifikat Vaksin Umrah, Kemenag: Pakai QR Code Siskopatuh, Belum Terintegrasi Saudi

SYARIAH
Widya Michella
Rabu, 12 Januari 2022 07:07 WIB
Kemenag mengakui jamaah umrah masih menggunakan QR Code Siskopatuh.
Sertifikat Vaksin Umrah, Kemenag: Pakai QR Code Siskopatuh, Belum Terintegrasi Saudi (Dok.MNC Media)
Sertifikat Vaksin Umrah, Kemenag: Pakai QR Code Siskopatuh, Belum Terintegrasi Saudi (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Kepala Subdirektorat Pemantauan dan Pengawasan Ibadah Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama (Kemenag) M Noer Alya Fitra mengakui jamaah umrah masih menggunakan QR Code dalam sistem informasi pengawasan terpadu umrah dan haji khusus (Siskopatuh) untuk berangkat ke tanah suci.

"Betul jadi di Siskopatuh sudah terintegrasi dengan PeduliLindungi dalam rangka untuk memberikan kepastian kepada penyelenggara bahwa ketika jamaahnya di input di Siskopatuh terlihat mereka sudah vaksin atau belum,"ucap Noer saat dihubungi MNC Portal, Selasa,(11/1/2022).

"Ini kan mereka agak kesulitan terkait dengan sertifikat vaksinnya. Tapi kalau sudah di input dalam sistem Siskopatuh mereka akan ketahuan terkait dengan vaksinasi jemaah itu,"ucap dia.

Noer turut menceritakan tertolaknya salah satu travel saat hendak berangkat ke tanah suci. Lantaran calon jemaahnya belum diinput ke Siskopatuh. 

"Kemarin juga ada travel yang tidak melakukan input data di siskopatuh kemudian mereka mencoba untuk berangkat akhirnya tertolak karena dia belum 14 hari vaksinnya . Ini juga penting edukasi bagi jamaah kita ketika mereka belum memenuhi persyaratan terkait dengan keberangkatan umrah,"ujar dia.

Namun terintegrasinya Siskopatuh dengan aplikasi pedulilindungi tidak menjadikan sertifikat vaksin Indonesia dapat dibaca oleh Saudi. Sehingga jamaah umrah, lanjut Noer tetap diwajibkan mengikuti karantina selama lima hari di Saudi apapun vaksinnya. 

"Di sana karena belum terintegrasi (dengan aplikaai Arab). Jadi seluruh jemaah umrah akan melakukan karantina 5 hari apa pun vaksinnya,"ucap dia.

Disamping itu, mereka juga diberikan gelang penanda oleh muassasah sebagai bukti bahwa telah divaksin. Serta surat ijin atau tasreh sebagai surat rekomendasi untuk dapat melaksanakan ibadah umrah.

"Jadi setiap orang sampai sana mereka akan diberikan gelang penanda ketika mereka mau salat Masjidil haram atau Masjid Nabawi karena tidak semua orang punya gadget. Gelang penanda istilahnya sebagai scan QR Code kalau kita mau masuk ke tempat-tempat tertentu,"ujar dia.  

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD