sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Siapkan Nikah Massal, Kemenag Dorong Generasi Muda Siap Mental dan Ekonomi Tak Tunda Pernikahan

Syariah editor Binti Mufarida
11/06/2026 15:42 WIB
Kemenag menargetkan sebanyak 1.448.000 peserta mengikuti kegiatan Rashdul Kiblat secara nasional.
Siapkan Nikah Massal, Kemenag Dorong Generasi Muda Siap Mental dan Ekonomi Tak Tunda Pernikahan
Siapkan Nikah Massal, Kemenag Dorong Generasi Muda Siap Mental dan Ekonomi Tak Tunda Pernikahan

"Kegiatannya simpel tapi bisa membuat arah kiblat kita waktu salat itu jauh lebih presisi daripada sebelum-sebelumnya," kata Abu.

Kemenag, kata Abu, menargetkan sebanyak 1.448.000 peserta mengikuti kegiatan Rashdul Kiblat secara nasional.

Selain itu, dalam rangkaian Islamic Wedding Expo, Kemenag juga menghadirkan forum ta’aruf yang ditujukan bagi masyarakat yang telah siap menikah namun belum menemukan pasangan hidup.

“Kami ingin mengajak yang memang sudah sangat serius ingin membina rumah tangga tetapi mungkin belum ketemu dengan jodohnya. Barangkali di forum itu nanti ada kegiatan-kegiatan atau game-game yang menarik sehingga salah satu ikhtiar itu bisa mempertemukan dua orang yang berbeda lawan jenis,” kata Abu.

Dia juga mendorong generasi muda yang telah siap secara fisik, mental, dan ekonomi untuk tidak menunda pernikahan.

“Jangan menunda untuk melakukan pernikahan. Karena pernikahan itu menurut ajaran agama kita mengandung banyak sekali keberkahan. Secara psikologis membuat orang yang menikah itu tenang, fokus pada tujuan hidup, dan mereka jauh menjadi lebih bermakna daripada ketika masih sendirian,” ujarnya.

Abu turut mengimbau masyarakat untuk menghilangkan anggapan bahwa bulan Muharram merupakan bulan yang tidak baik untuk melangsungkan pernikahan.

Sebagai bagian dari kampanye tersebut, Kemenag akan menggelar nikah massal pada bulan Muharram untuk menegaskan bahwa bulan pertama dalam kalender Hijriah itu juga merupakan waktu yang baik untuk melaksanakan akad nikah. 

“Kami menghimbau agar Muharram itu jangan dijadikan sebagai bulan yang menurut kepercayaan sebagian orang tabu untuk menikah. Yang penting menikah itu harinya semua hari baik,” katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement