“Saya kira tahun baru Islam 1448 Hijriah ini lebih menarik, lebih variatif daripada peringatan tahun baru Islam sebelumnya,” katanya.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Gerakan Rashdul Kiblat Nasional yang mengajak masyarakat mengecek dan menyempurnakan arah kiblat di masjid, musala, rumah, hotel, maupun restoran.
“Kegiatannya simpel tapi bisa membuat arah kiblat kita waktu salat itu jauh lebih presisi daripada sebelum-sebelumnya,” ujar Abu.
Kemenag, kata Abu, menargetkan sebanyak 1.448.000 peserta mengikuti kegiatan Rashdul Kiblat secara nasional. Selain itu, dalam rangkaian Islamic Wedding Expo, Kemenag juga menghadirkan forum ta’aruf yang ditujukan bagi masyarakat yang telah siap menikah namun belum menemukan pasangan hidup.
“Kami ingin mengajak yang memang sudah sangat serius ingin membina rumah tangga tetapi mungkin belum ketemu dengan jodohnya. Barangkali di forum itu nanti ada kegiatan-kegiatan atau game-game yang menarik sehingga salah satu ikhtiar itu bisa mempertemukan dua orang yang berbeda lawan jenis,” kata Abu.
Dia juga mendorong generasi muda yang telah siap secara fisik, mental, dan ekonomi untuk tidak menunda pernikahan.