sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wamenhaj: Presiden Instruksikan Kenaikan Harga Avtur Tidak Dibebankan kepada Jamaah Haji

Syariah editor Dhera Arizona Pratiwi
11/04/2026 16:04 WIB
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan pemerintah berkomitmen penuh untuk melindungi jamaah haji dari dampak fluktuasi ekonomi global.
Wamenhaj: Presiden Instruksikan Kenaikan Harga Avtur Tidak Dibebankan kepada Jamaah Haji. (Foto iNews Media Group)
Wamenhaj: Presiden Instruksikan Kenaikan Harga Avtur Tidak Dibebankan kepada Jamaah Haji. (Foto iNews Media Group)

Selain masalah penerbangan, Dahnil juga memberikan kepastian mengenai kesiapan logistik bagi jamaah selama berada di Tanah Suci. Dia menyatakan kontrak dan ketersediaan logistik untuk kebutuhan jamaah haji telah diamankan hingga tiga bulan ke depan.

"Kami sudah melakukan mitigasi bersama KUH dan memastikan stok serta kontrak logistik jamaah aman untuk tiga bulan ke depan. Jadi, jamaah tidak perlu khawatir mengenai pemenuhan kebutuhan pokok selama menjalankan ibadah," kata dia.

Pemerintah terus memantau perkembangan di Timur Tengah dengan harapan situasi tersebut tidak mengalami eskalasi yang lebih luas. Stabilitas kawasan sangat diharapkan agar seluruh tahapan penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M dapat berjalan sesuai rencana tanpa kendala keamanan maupun distribusi.

Penutupan Rakernas ini menjadi momentum finalisasi koordinasi antara pusat dan daerah jelang keberangkatan perdana jamaah haji Indonesia ke Tanah Suci pada 22 April 2026. Wamenhaj meminta seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah baik di pusat maupun daerah untuk bekerja ekstra dalam memberikan pelayanan terbaik dan perlindungan maksimal bagi tamu Allah.

"Harapan kita tentu dinamika geopolitik ini tidak eskalatif. Namun, secara sistem, kita sudah siap dengan segala skenario terburuk agar jamaah tetap bisa beribadah dengan aman dan nyaman," ujar Dahnil.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement